
Jakarta – Insiden penembakan kembali terjadi di dekat Konsulat Amerika Serikat (AS) di Toronto, Kanada. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Penembakan terjadi pada Minggu (26/7) waktu setempat. Polisi masih menyelidiki pelaku yang melarikan diri dari lokasi.
Kepolisian Toronto mengatakan petugas yang sedang berada di sekitar lokasi mendengar suara tembakan. Tak lama setelah itu, sebuah sedan berwarna putih terlihat meninggalkan area kejadian.
“Petugas mendengar suara tembakan di area tersebut,” dan “sebuah sedan putih terlihat melarikan diri dari tempat kejadian,” kata Kepolisian Toronto melalui akun X dilansir AFP, Senin (27/7/2026).
Polisi kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi dan menemukan sejumlah selongsong peluru sebagai barang bukti. Hingga kini, belum ada tersangka yang berhasil diidentifikasi.
“Tidak ada yang terluka,” kata polisi.
Pihak Konsulat AS turut menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Toronto atas respons cepat dalam menangani insiden tersebut. Konsulat AS berterima kasih kepada polisi atas respons cepat terhadap penembakan yang terjadi.
Peristiwa ini menjadi penembakan kedua yang terjadi di sekitar kompleks diplomatik AS di Toronto dalam kurun empat bulan terakhir.
Pada 10 Maret, dua pria melepaskan beberapa tembakan ke arah Konsulat AS. Saat itu, polisi menyebut insiden tersebut sebagai “insiden keamanan nasional.” Peristiwa itu mendorong peningkatan pengamanan di gedung-gedung diplomatik Amerika Serikat dan Israel di Toronto di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Dalam perkembangan penyelidikan, dua pria berusia 18 dan 19 tahun ditangkap pada Juni lalu. Polisi menyebut keduanya direkrut untuk melakukan aksi kekerasan, namun tidak mengungkap lebih lanjut siapa pihak yang merekrut mereka maupun motif di balik aksi tersebut.
Selain kasus di Konsulat AS, Kepolisian Toronto juga tengah menyelidiki sejumlah penembakan lain yang memiliki pola serupa. Salah satunya adalah penembakan di sebuah sinagoge di Toronto pada 2 Maret. Polisi menduga terdapat kemiripan modus operandi dalam rangkaian insiden tersebut sehingga penyelidikan terus dikembangkan.

