POLMAN – Seorang siswa SMP berinisial Y di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diduga mencuri uang milik tetangganya hingga Rp 48 juta. Uang hasil curian tersebut diakui Y digunakan untuk membeli akun game online, sepeda motor, dan tiga telepon seluler. Kasus itu terungkap setelah korban bernama Mawardi mengetahui uang tabungannya hilang pada 11 September 2026. Mawardi kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada polisi. Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan Y untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Karena Y masih di bawah umur, proses penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peradilan anak.
Uang Rp 48 juta dipakai beli akun game dll Kepala Unit Satuan Reserse Kriminal Polsek Wonomulyo, Iptu Mulyono, mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, Y mengaku mengambil uang tersebut dari dalam bekas tangki sprayer atau alat penyemprot rumput. Uang yang diambil Y diperkirakan mencapai Rp 48 juta. “Pengakuannya dipakai beli akun game,” kata Mulyono, Senin (14/9/2026). Menurut Mulyono, Y telah membeli akun game online sebanyak dua kali. Setiap akun dibeli dengan harga Rp 5 juta sehingga total uang yang dikeluarkan mencapai Rp 10 juta. Selain membeli akun game, Y mengaku menggunakan uang tersebut untuk membeli satu unit sepeda motor dan tiga telepon seluler. Barang-barang yang dibeli menggunakan uang tersebut kini diamankan di Polsek Wonomulyo untuk kepentingan proses penyidikan.
Uang disimpan di bekas tangki sprayer Mulyono menjelaskan, pencurian diduga terjadi pada Agustus 2026 ketika rumah korban dalam kondisi kosong. Saat itu, rumah korban hanya dihuni oleh anaknya yang berusia 10 tahun dan merupakan teman Y. Y diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil uang korban yang disimpan di dalam bekas tangki sprayer di rumahnya di daerah Wonomulyo. Uang tersebut merupakan tabungan korban yang dikumpulkan secara bertahap. Mulyono mengatakan, Y mengetahui keberadaan uang tersebut dari anak korban. “Awalnya dia ajak anak korban mengambil uang itu, dan setelah tahu tempatnya pelaku sendiri mengambil,” kata Mulyono.
Korban gagal beli mobil Mawardi baru mengetahui uang tabungannya hilang setelah pulang ke rumah. Saat itu, ia hendak mengecek tabungannya yang dikumpulkan untuk rencana membeli mobil. Pria yang berprofesi sebagai tukang press ban kendaraan itu kemudian terkejut setelah mendapati uang yang disimpan di dalam tangki sprayer telah berkurang. Menurut korban, uang yang disimpan di dalam tangki tersebut awalnya diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Namun, setelah dicek, uang yang tersisa hanya sekitar Rp 4 juta. Orangtua Y juga sempat curiga setelah mengetahui anaknya memiliki uang dalam jumlah banyak. Namun, kepada orangtuanya, Y mengaku uang tersebut diperoleh dari hasil menjual akun game.
Pencurian tersebut akhirnya berhasil diungkap berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan keterangan sejumlah saksi. Salah satu saksi bahkan sempat mengabadikan foto uang dalam jumlah banyak yang dimiliki Y. Berdasarkan bukti dan keterangan tersebut, polisi kemudian mengamankan Y. Karena masih di bawah umur, Y dikembalikan kepada orangtuanya setelah menjalani pemeriksaan dan proses penanganan sesuai ketentuan peradilan anak.

