JAKARTA, – Arus keluar dana investor asing (net foreign sell) di pasar saham Indonesia sepanjang 2026 masih terus membengkak. Meski pada perdagangan Kamis (16/7/2026), investor asing kembali membukukan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp 283,41 miliar. Secara kumulatif nilai jual bersih asing sejak awal tahun telah mencapai Rp 92,05 triliun. Derasnya arus keluar dana asing sepanjang 2026 menggambarkan sikap hati-hati investor global terhadap aset berisiko di pasar domestik. Kendati demikian, masuknya dana asing pada perdagangan terakhir menjadi sinyal positif yang berpotensi menahan tekanan jual pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Untuk diketahui, IHSG berbalik menguat pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Hingga pukul 09.55 WIB, Indeks naik 15,95 poin atau 0,26 persen ke level 6.124,16.
IHSG dibuka pada area 6.112,84 dan sempat menyentuh level terendah 6.079,32. Namun, indeks berhasil berbalik arah hingga menyentuh angka tertinggi 6.144,49, sebelum bergerak di kisaran 6.124.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan teknikal, kubu bullish kembali memegang kendali sehingga IHSG berhasil menguat dan menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). “Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume. Apalagi masuknya net foreign buy sebesar Rp 283,41 miliar menjadi sentimen positif bagi IHSG, terutama karena menunjukkan adanya minat beli investor asing setelah sebelumnya arus modal asing cenderung fluktuatif,” ujar Nafan kepada Kompas.com. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjelang akhir pekan investor berpotensi melakukan penyesuaian portofolio untuk merealisasikan keuntungan. “Menjelang libur akhir pekan, para pelaku investor cenderung melakukan penyesuaian porsi portofolio secara taktis untuk mengamankan profit,” paparnya.
Strategi yang paling bijaksana untuk investor ritel pada perdagangan Jumat adalah defensive trading mengingat masuknya net foreign buy diharapkan membatasi tekanan jual secara signifikan pada pergerakan indeks saham. Secara teknikal, Nafan memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 6.012 dan 5.857, sedangkan level resistance berada di 6.137 dan 6.261. Ia juga menyarankan investor mengakumulasi saham-saham yang memiliki fundamental kuat, berfokus pada emiten dengan valuasi murah, serta mencermati saham yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan tren. Penerapan manajemen risiko secara disiplin juga tetap diperlukan di tengah tingginya volatilitas pasar. Lebih jauh, Nafan menilai sentimen global masih perlu diwaspadai. Wall Street pada perdagangan Kamis ditutup di zona merah akibat tekanan jual pada saham-saham teknologi, serta pernyataan hawkish Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, yang kembali membuka peluang kenaikan suku bunga acuan secara moderat. Menurutnya, sentimen tersebut berpotensi memicu volatilitas jangka pendek di bursa Asia. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan mencermati arah pergerakan indeks-indeks utama kawasan seperti Nikkei, Hang Seng, dan Kospi pada awal perdagangan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak tipis pada awal perdagangan Jumat. Mata uang Garuda dibuka di level Rp 17.982 per dollar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Garuda tersebut diharapkan terjaga melalui langkah intervensi terukur Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing agar menjaga stabilitas likuiditas makro.



