Skip to content

KABAR TERKINI

SEPUTARAN INFO KABAR TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Dari Penjual Kacang Keliling hingga Dipanggil Presiden: Kisah Citra Merajut Asa Lewat Sekolah Rakyat

Dari Penjual Kacang Keliling hingga Dipanggil Presiden: Kisah Citra Merajut Asa Lewat Sekolah Rakyat

Posted on August 14, 2026August 14, 2026 By ckc0r No Comments on Dari Penjual Kacang Keliling hingga Dipanggil Presiden: Kisah Citra Merajut Asa Lewat Sekolah Rakyat
Uncategorized

Mengenakan baju Bodo khas Sulawesi Selatan yang dilengkapi pernak-pernik aksesori, senyum kecil terus mengembang di wajah Citra Nur Ramadhani (10). Hari ini, Jumat (14/8/2026), menjadi momen paling emosional dan tak terlupakan dalam hidupnya. Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) itu baru saja menyaksikan langsung Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Lebih dari sekadar hadir, nama kecilnya tiba-tiba disebut khusus oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para petinggi negara. Air mata haru dan kebahagiaan seolah beradu dalam benak anak yang beberapa waktu lalu hampir kehilangan masa depannya. “Senang banget karena barusan ketemu Bapak Presiden,” ucap Citra dengan mata berbinar. “Terima kasih, Bapak Presiden. Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu saya dewasa nanti pakai sabuk hitam,” dala, siaran pers yang diterima Jumat (14/8/2026).

Hampir Putus Sekolah Demi Sedu Sedan Sang Ibu

Jauh sebelum berdiri tegap di hadapan Kepala Negara, hidup Citra adalah tentang perjuangan tanpa henti. Di usianya yang masih sangat belia, ia harus merelakan masa-masa bermainnya demi menyambung hidup keluarga. Ayahnya telah berpulang saat ia baru duduk di bangku kelas 2 SD. Sang ibu, Hajrah, seorang diri berjuang sebagai buruh cuci harian sekaligus penyapu masjid.

Melihat ibunya kerap kebingungan mencari makanan, hati kecil Citra tergerak untuk turun tangan. Tanpa sepengetahuan sang ibu, ia berkeliling menjajakan kantong-kantong kacang pemberian tetangga demi mengais omzet sekitar Rp 200.000 sehari. Ia berjalan kaki menyusuri taman kota hingga SPBU hingga larut malam. “Dia melihat ibunya di rumah tidak punya makanan. Terus dia mau makan apa? Supaya dia makan, dia bantu,” kenang Wali Asuh SRT 67 Pangkep, Maysaroh Abdi Gobel. Tekanan hidup yang berat itu membuat Citra berada di ambang putus sekolah. Beban ekonomi keluarga nyaris merenggut haknya untuk mengenyam pendidikan dan merajut mimpi.

Harapan itu akhirnya kembali menyala ketika Citra diterima sebagai siswa di Sekolah Rakyat. Di tempat ini, hidupnya bertransformasi secara drastis. Tidak hanya mendapatkan kembali hak belajarnya, Citra kini menikmati fasilitas hidup yang layak, mulai dari asrama yang aman, lingkungan suportif, hingga jaminan makanan bergizi tiga kali sehari dan camilan dua kali sehari. Perubahan fisik dan mentalnya pun terlihat nyata. Dari tubuhnya yang semula tampak sangat kurus, kini ia tumbuh lebih sehat dan berisi. Semangat belajarnya melonjak tinggi, dengan matematika sebagai mata pelajaran favoritnya.

Tidak berhenti pada bidang akademis, bakat terpendam Citra mulai diasah melalui kegiatan ekstrakurikuler karate. Mengenakan sabuk kuning yang melingkar di pinggangnya, ia membuktikan ketangguhannya dengan menyabet gelar Juara II tingkat Kabupaten Pangkep.

“Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan baik dan memperlihatkan bakatnya di bidang karate hingga berprestasi,” ungkap Maysaroh penuh bangga.

Perhatian Istimewa dari Presiden Prabowo

Kisah perjuangan Citra merontokkan kemiskinan dan bangkit melalui Sekolah Rakyat turut menyita perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya kenegaraannya. Presiden menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat adalah komitmen negara untuk memutus mata rantai kemiskinan, memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal, serta memberikan akses pendidikan dan kehidupan yang layak bagi mereka yang paling membutuhkan. Dalam momen hangat yang mencairkan suasana sidang, Presiden bahkan sempat melontarkan candaan penuh kasih sayang kepada siswi berusia 10 tahun tersebut. “Citra, umurmu berapa Citra? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu,” ujar Presiden Prabowo.

Kini, dari seorang anak kecil yang lelah menjajakan kacang di jalanan Pangkep demi sesuap nasi, Citra telah menjelma menjadi simbol harapan baru.

Ia memiliki ruang untuk bermimpi, berdiri di panggung nasional, dan memegang janji pada dirinya sendiri untuk membanggakan sang ibu. Langkah kecilnya kini telah menapaki jalan yang benar, menuju sabuk hitam karate dan masa depan yang jauh lebih cerah.

Post navigation

❮ Previous Post: Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik Alumni Tampar 3 Siswi SMP di Bogor
Next Post: 50 Ribu Paket Sembako dari Prabowo Dikirim untuk Bantu Korban Gempa M 7,7 NTT ❯

You may also like

Uncategorized
5 Fakta Bareskrim Bongkar WN China Tipu Perusahaan AS Rp 6,2 M
August 21, 2026
Uncategorized
Update Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan, Alat Berat Dikerahkan Cari 3 Korban
July 20, 2026
Uncategorized
Mau Bawa Kabur Emas Rp 7,25 M ke Malaysia, 1 WNA Diamankan Bea Cukai
July 10, 2026
Uncategorized
Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, Ingat Pentingnya Persiapan ke Dunia Kerja
July 15, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Buka-bukaan Ayu Ting Ting ‘Queen of Depok’ soal Alasan Pindah ke Jaksel
  • 991 Burung Tanpa Dokumen Diamankan di Bakauheni, Diduga Bagian Perdagangan Satwa Liar
  • Prabowo Terbang ke Kalimantan untuk Cek Penanganan Karhutla
  • 5 Fakta Bareskrim Bongkar WN China Tipu Perusahaan AS Rp 6,2 M
  • Pelaku Begal yang Tewaskan Perempuan di Palembang Ditangkap, 1 Rekannya Diburu

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • August 2026
  • July 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 KABAR TERKINI.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by